Yoseph Suyatno Hadiatmojo Pr
( Romo Yatno )
   
Kotbah Keluarga Kudus 
Saturday, December 26, 2009, 23:08 - Kotbah Posted by Administrator
Keluarga Kudus Jaman kini:
Maria dan Yoseph yang mencari anaknya yang ketinggalan di Bait Allah
Ada contoh jelas yang disebut keluarga Kudus, yakni Yesus Maria dan Yoseph. Mengapa keluarga Nasareth disebut sebagai keluarga Kudus: Karena Yoseph adalah orang yang tulus hati, tidak banyak bicara (dalam Kitab Suci tidak tertulis St Yoseph ngomong apa). Bunda Mariaseorang wanita yang sangat beriman: Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataanMu. Disini Maria hidupnya sungguh dituntun dan dijiwai oleh iman. Rekoso dan prihatin sedih dan gembira selalu dikaitkan dengan Allah yang maha baik. Meski kadang manusia kurang memahami kehendak Allah.Yesus dididik dan didasari pikiran dan hatinya oleh ajaran dan keteladanan Maria Yosep. Hasilnya? Yesus menjadi pathos Allah, atau orang yang hidup hati dan pikirannya sesuai dengan kehendak dan pikiran/peraan Allah.
Maria Yosep yang mengajak Yesus kecil ke Bait Allah mirip dengan orang tua Katolik yang membiasakan anaknya diajak ke Gereja, biar makin at home dengan gereja dan rumah Tuhan. Karena ke at home-an Yesus di bait Allah sampai lupa bahwa bahwa rumah orang tuanya di Nasareth. Dan saat mereka keraya-raya mencari Yesus adalah salah satu bentuk tanggung jawab orang tua, yang selalu mencarikan jalan mengarahkan dan MEMAAFKAN anaknya.
Tentu saja keluarga ideal seperti Brayat Minulyo Nasareth adalah ideal.Ideal bukan berarti materi atau jabatan, melainkan ideal dalam arti inner quality kualitas pribadi yang terdalam.
Yang menjadi bahan permenungan kita:
1. Keluarga kita mirip atau mendekati keluarga Nasareth? Semacam foto Copy atau malah bertolak belakang. Tanpa bermaksud menghakimi, mungkin masing-masing bisa melihat ke dalam keluarga kita.
2. Pendidikan iman dan siap berjuang perlu pembiasaan. Dilatih sejak kecil. Karena katan romo alm. Anton Bakker SJ kalau binatang pemain sirkus mesti dilatih sejak kecil, kalau terlanjur besar, amat sangat sulit sekali dilatih. Yesus saya yakin dilatih oleh St. Yusup menjadi tukang kayu, dilatih bunda Maria untuk berTuhan. Dilatih jalan kaki menuju Bait Allah (waktu itu belum ada sarana transportasi seperti sekarang)
3. Di lereng Merapi ada kejadian tragis, bapaknya ke kebun atau ke sungai untuk cari pasir dengan membawa senggrong dan pacul, anaknya di rumah membawa HP: "Setelah dibelikan hp kok anak saya cuma NGEMES EMES kancane, ra gelem nyambut gawe. Mungkin kami yang salah, dulu kami berpikir anak kami jangan sampai REKOSO kaya kami.
3, Betapa tragis, anak yang berani membantah, menyakiti hati bahkan membunuh orang tuanya. Atau saat anak tidak mampu menghadapi persoalan hidup. orang tuanya yang dibebani. Mungkin karena tidak biasa dilatih memecahkan persoalan hidup.
SIAPA MAU NAMBAHI KOTBAH KU? Matur nuwun.
 
Kotbah Natal: Sediakan tempat bagi Tuhan 
Friday, December 25, 2009, 23:07 - Kotbah Posted by Administrator
Kawan-kawan,

tadi waktu misa Natal di Somohitan saya berkotbah demikian:

Mengapa dalam peragaan natal belum pernah ditampilkan seorang Kaisar Agustus
atau Herodes. Yang biasa adalah Maria Yusup membawa bayi Yesus di Kandang atau
para gembala dan tiga raja (Kaspar, Baltazar dan Melkior). Rupanya terjawab
dalam Injil Malam Natal. Yakni ketika Kaisar Agustus mengadakan cacah jiwa,
rupanya bermaksud untuk menghitung jumlah warganya baik di Roma atau di tanah jajahan.
Maksud sensus bukan untukmembagi kekayaan atau membagi kemakmuran, melainkan
untuk mengukur sejauh mana kekuatan warganya kalau sewaktu-waktu ada penyerang
atau kalau Agustus menghendaki menduduki daerah lain. Jadi yang terpikir oleh
kaisar Agustus adalah mempertahankan dan memperluas kekuasaan. Sedangkan
seorang Herodes adalah model raja yang was-was kalau ada yang mau menggeser
kekuasaannya./ Dia model raja yang duduk manis menerima laporan. Mengapa ia
tidak mau turun dari tahta dan melihat hidup rakyatnya karena takut kursinya
akan diduduki orang lain. Nah kala mendengar bahwa Yesus Mesias lahir, ia sudah
gundah. Maka semua yang kira-kira akan menggeser kedudukannya harus dibunuh.

Maka istilah bayi yang ditidurkan di palungan karena TIDAK ADA TEMPAT BAGI
YESUS

Hal ini lain sekali dengan para gembala. Mereka orang bodo,hidupnya sangat
tergantung pada kemurahan Tuhan yang ada di muka bumi, mereka sangat
mengharapkan padang
rumput dan air. Yang tidak mudah disediakan oleh manusia. Maka yang ada pada hati
dan pikiran mereka adalah KETERGANTUNGAN MUTLAK pada kemurahan hati Tuhan. Maka
dalam hati mereka ada tempat yang luas bagi kehadiran Tuhan.

Itulah sebabnya mereka yang pertama kali dipertemuakan dengan Yesus yang
lahir.Pertemuan dengan Yesus yang lahir akan menimbulkan NATAL yakni lahir kembali dalam kesucian,
kepercayaan akan kemurahan Tuhan akan betapa Allah mengasihi manusia. Meski
berbau kencing kambing dan inthil tetapi tidak minder.

Karena itu, siapa yang memberi tempat bagi kehadiran Tuhan akan diberkati, akan
diberi ketengan hidup. Seandainya menghadapi kesulitan hidup tidak akan
frustrasi seperti mereka yang tidak ada tempat bagi Tuhan. Jadi sesibuk apapun
kita perlu memberi tempat bagi Tuhan. Kalau orang terbuka pada kehadiran Tuhan
maka hidup akan penuh syukur. Tidak ngongso.

Contoh,

Umat somohitan sementara membangun jembatan, mereka masih mengumpulkan GERAH
atau gerakan seratus rupiah. Yakni uang receh yang tidak laku untuk membeli
tetapi ternyata ketika satu paroki kompak mengumpulkan, baru 5 bulan sudah
menghasilkan dana 7 juta. Jadi gak perlu ada tarikkan Natal. Tambahan lagi dalam rangka syukur atas
salak yang baru saja dipanen setiap keluarga mengumpulkan persembahan hasil
salak serelanya. Ternyata sampai malam ini sudah terkumpul hampir 2 ton. Ini
jadi sumber dana paroki. Anehnya mereka tidak merasa keberatan karena
berdasarkan syukur dan kerelaan.Lalu umat semakin terbuka hatinya untuk memberi
tempat sedikit bagi kehadiran Tuhan. Kehadiran Tuhan menjadi batrey penggerak
untuk kehidupan manusia untuk selalu mengalami hidup baru atau kelahiran baru.
Kelahiran baru itulah NATAL
dalam arti sebenarnya. Jadi mengadakan perayaan Natal bukan hanya mensyukuri kelahiran
Kristus tetapi kelahiran kita juga. Maka tadi umat saya minta untuk bersalaman
dengan yang duduk disampingnya sambil tersenyum mengucapkan selamat Natal.  Apakah kita
juga

<<First <Back | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | Next> Last>>

 
    Login Admin        @copyright 2010 ADITUSOFT.COM     LoginMember