Sunday, October 18, 2009, 21:55 - Cerita Pengalaman Posted by Administrator
Belum lama ini saya jual mobil Colt yang dulunya kami beli dari Jual Mesin Perahu pemberian Gus Dur tahun 1999. Alasan mesin perahu dijual karena untuk Kedung Ombo terlalu bersar Yang dibutuhkan maksimal 22 pk oleh Gus Dur diberi 27 PK Kemudian ketika disepakai uangnya untuk beli Colt bukaan, ternyata Colt rusak lalu dijual lagi. Dana 12 jt mau kami serahkan ke warga Kedung Ombo. Tapi minggu yang lalu mereka minta dibelikan Traktor bajak. Untuk sawah2 warga. Ning jebul harganya 2010.0000. Wah ndadak cari2 dntur. Tapi dah dapat mungkin Jumat kami antar ke Kedung Ombo. Dengan demikian kewajiban dan tanggung jawabku dari rm Mangun untuk Kedung Ombo rampung. Kurban gempa yang kuliah di Jogja
Dalam pertemuan beberapa kali dengan Sultan HB X, Sri Paku Alam, kawan-kawan Komunitas Tionghoa Yogya, Forum Persaudaraan Umat Beriman, Komite Kemanusiaan Yogyakarta, bahwa hasil pengumpulan dana Tsunami tahun 2004 setelah dipakai untuk ngragati anak-anak kurban Tsunami yang di Jogja dianggap cukup, sisa dana disepakati unutk membantu para mahasiswa-i yang tidak bisa meneruskan study karena keluarganya jadi korban gempa. Sekarang kami sedang mengumpulkan data para mahasiswa asal Jawa Barat dan Sumatera Barat yang sungguh tidak bisa menyelesaikan study karena orang tuanya jadi kurban gempa baru terkumpul 47 orang.Sopo yang punya informasi bisa disampaikan pada saya.. Karena Selasa 20 Okt saya ndherekke Sri Paku Alam ke Wonosari untuk mencoba menawarkan pertanian sayuran dengan Kebun Buatan yang sudah saya praktekkan di Kulon Progo.
Kebun Buatan
Rangka kayu atau bambu yang diberi deklit atau tenda, kedalaman 30 Cm kemudian diberi tanah dan pupuk organik, lalu ditanami sayuran atau sejenisnya. Akan irit air dan tanaman organik, bisa untuk lahan sempit diseputaran rumah, hingga diwaktu kemarau tetap hijau royo-royo.
KURBAN BANJIR DI KAMARKU (SELINGAN)
Hari Sabtu 17 Okt kemarin saya pergi seharian. Jam 9-13 memberi Seminar Pemda Bantul dengan Thema Bantul Projo Tamansari dalam perspektif gerakan Lintas Iman. Pembicara saya dengan Khoiri Basuni dosen Ahmat Dahlan. Kemudian jam 13 trus dengan pakaian Jawa Komplit ke Gilang Harjo ke Pestntren Kanutan di rumah Kyai Ahmadi, karena ada acara Bersih Desa. Nah pastoran sedang ganti genting karena sering kalau hujan bocoorrr. Padahal Sabtu sore baru selesai pasang reng. Lhaaa... baru saja saya pulang ke pastoran sambil jagongan dengan koster dan seorang bapak, Bresss ujan. Kepekso jam 22.30 naik ke atap dan berjuang menutupi atap pastoran dengan deklit, karena gelap ya asal asalan. Ternyata di kamar saya jadi kayak kolam semua basah. Untung komputer sudah dipayungi. Wong Jowo ki ciloko ya tetap untung.
add comment
|
Friday, October 16, 2009, 21:54 - Kotbah Posted by Administrator
Homili Minggu XXIX1. Yakobus dan Yohanes mendekati Yesus dan
berkata. Ini sikap terpuji karena orang berani datang dan meminta
penjelasan atau permohonan. Hingga dhong. Yang kurang baik di depan
diem dibelakang nggrundel. gemremeng. Berani bertanya berarti siap
dikoreksi atau diprenahke.
2. Permintaan: Kalau Yesus besuk duduk di
kemuliaan, mereka minta yang satu duduk di sebelah kanan dan yang satu
duduk di sebelah kiri.Pertanyaan ini bener ning ora pener. Seperti anak
kecil yang minta:"Pak besuk kalau saya lulus SD dibelikan motor ya".
Kalau orang tua yang bijak pasti tidak akan asal nuruti permintaan
tetapi memberi penjelasan yang masuk akal dan bisa ditangkap.
3. LIPI bicara
Lembaga
Intrik Penyebar Issue, adalah model kelompok orang yang mendengar
sepotong lalu membuat reaksi. Yesus kan tidak menjanjikan soal duduk di
kanan atau dikiri, tetapi mengkritisi mrenahke permintaan Yak-Yoh.
Murid-murid lain MENGIRA, Yesus sudah ngePLOTkan bahwa Yoh-Yak dapat
posisi. Mereka marah. Ini yang biasa terjadi Cuma Dengar Sepotong,
Direaksi dengan keras. Protes dengan suara keras. Padahal SALAH. Tuwas
omong seru, santer, keras TUR KLERU.
Yak-Yoh
mengira besuk Yesus akan jadi Presiden, trus mereka mau jadi Wapres dan
Ketua MPR. Padahal kemuliaan Yesus tidak sama dengan SBY. Tapi
kemuliaan melalui pengorbanan dan kesengsaraan. "Loro lopo ngalami
pecahing dhodho wutahing ludiro". Banyak di negara kita asal punya
relasi bagus dengan pejabat mesti dapat kemudahan untuk jadi pejabat.
Bagi Yesus yang penting bukan koneksi tetapi seperjuangan, se visi dan
se pengorbanan.
4. Maka Yesus menjelaskan, :"Nek kamu belum dhong
dengan apa yang kalian minta, tak kandhani. Tak cethakke biar cetha.
Pemimpin bangsa yang mencari kedudukan dengan cara tidak jujur biasanya
kalau memerintah juga tidak jujur. Yang waktu kampanye keluar duit
banyak, waktu memerintah ya golek duwit nggo bali modal.Itu jangan
ditiru. Kamu jangan seperti itu. Kehormatan seseorang bukan berdsarkan
titel atau pangkat, tetapi kinurmatan disebabkan telah begitu banyak
berbuat baik untuk masyarakat (Melayani, menyerahkan nyawa, berkorban
dll). Yesus menggunakan prinsip Jer Basuki Mawa Bea. Yesus yang mawa
bea umat manusia yang basuki. Kalau pemimpin dunia atau masyarakat
kadang sebaliknya.
5. Kritik untuk saya
Jangan-jangan
saya terkritik, karena dengan berbagai alasan umat diminta memahami
romo:"Romo itu sibuk, banyak urusan. Perlu AC, perlu ini itu", padahal
umate untuk makan harian wae rekoso. Betulkan kita menjadi PELAYAN YANG
MURAH HATI ataukah MENJADI PELAYAN MURAHAN?
6. Rak enggih to Lik? Sinten ingkang badhe nambah bumbu biar makin enak homilinya.
|