Yoseph Suyatno Hadiatmojo Pr
( Romo Yatno )
   
Tentang Mgr Suharyo 
Sunday, August 30, 2009, 21:51 - Cerita Pengalaman Posted by Administrator
Hari Selasa Rabu 25-26 Agst 09. Kami romo-romo se KAS mengadakan rekoleksi bersama Mgr Suharyo sekaligus sebagai perpisahan dengan para romo. Berhubung yang memimpin rekoleksi Mgr Haryo, maka yang datang cukup banyak ada 167 romo se KAS. (Ada beberapa yang absent termasuk rm Insaf entah sebabe opo). Thema pokok Mencari spiritualitas romo-romo projo. Yang dibahas:
1. Model imamat: Ada dua model imamat, yakni imamat perjanjian lama dan perjanjian baru. Model imamat perjanjian Lama adalah: Imam itu orang khusus, perlu hidup secara khusus, dilayani secara khusus, ekslusif jangan sampai kecipratan ketidak kekudusan. Ia akan selalu menjaga sterilisasi kekudusan dari dunia. Demi menjaga kekudusan, meng-iyakan seandainya yang melawan kekudusan di habisi.  Sedangkan model imamat perjanjian baru adalah Kristus. Yang "ngeli ning ora keli" artinya ada di tengah-tengah dunia tetapi untuk menguduskan manusia. Ia tidak memisahkan diri tetapi justru menjadi korban atau mengorbankan hidupNya demi kekudusan manusia. Karena itu kalau memang mau menghayati imamat Kristus harus berani ajur-ajer di dunia manusia agar orang lain terselamatkan. Kalau perlu dirinya dikorbankan. Ia tidak boleh memisahkan diri dari dunia karena dunia adalah milik kesayanganNya.Imam Perjanjian Lama hanya dhawuh atau duka maka sering disebut "Paduka Romo"
(Romo sing tukang padu karo duka). Pokoknen yang penting mimpin ibadah. Umat kudu "Sendika dhawuh" meski dalam hati "sendika wadhuuh". Penderitaan umat bukan urusan romo. Umat wajib memenuhi kebutuhan Romo.
Pesan terakhir pada romo-romo KAS
1. Harap mengembangkan kharisma pastoral yang telah ada: Ganjuran dengan devosi, paroki Somohitan- dalam pastoral kemasyarakatan dan lintas iman, paroki  Sumber  dengan budaya dan kesatuan dengan alam
2. Jangan sombong bahwa Keuskupan Semarang menjadi tolok ukur  keuskupan2 lain, termasuk uskup-uskup yang dikaryakan di luar KAS, maka pertahankan dan tingkatkan   kualitas imam.
3. Di akhir Rekoleksi, Mgr mengatakan ada kekecewaan yang perlu saya sampaikan kepada para romo. (Semua romo terbelalak ada apa?)"Saya kecewa karena sandal romo Jono yang baru, ketukar sama romo yang lain belum dikembalikan". Kontan semua "gerrr masing-masing melihat sandalnya sendiri2.
4. Rm Winaryanto dipaksa untuk memberi kesan pada Mgr Suharyo, dengan agak grogi mengatakan:" Bapa Uskup saya ucapkan selamat bertugas untuk menjadi uskup "KOARTUJO" (spontan semua romo ketawa ha..ha). Dan Romo Hari Kustono juga memberi kesan lanjutan dengan mengatakan:"Maaf Mgr, tadi romo Winaryanto telah memberi tugas baru, sehingga Mgr memangku dua jabatan. Pertama menjadi ukup Koajutor Keuskupan Agung Jakarta dan romo Winaryanto memberi tugas Mgr untuk menjadi USKUP KUTHOARJO"  
Tentang  Mgr Haryo
1. Kalau mau membuat kreativitas pelayanan dipersilahkan. "Kalau memang bener teruskan kalau salah saya ampuni.
2, Setiap diminta untuk menjadi pembicara, Mgr Suharyo sering mengeluh pada sesam romo dan panita:"Wah nanti saya harus bicara apa ya?" Padahal beliau setiap berbicara pasti runtut dan buagus betul. dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami oleh semua orang. Hal ini menunjukkan  sikap rendah hati dan sederhana
3. Saya menjadi kagum dan terharu
Sejak Mgr Suharyo menjadi pamong umum di Kentungan sampai menjadi uskup, ternyata ada kebiasaan di keluarga beliau. Beberapa kali saya menyaksikan, ketika di rumah Mgr di Sedaya.Ketika Mgr Suharyo, Rm Swibertus, Suster2 (adik Mgr) dan saudara-saudaranya akan meninggalkan rumah untuk kembali ke tempat tugas, saat berpamitan dengan ayah atau ibundanya, selalu diadakan ritual:"Masing-masing berlutut di hadapan orang tua. dan orang tua memberi tanda salib di dahi Mgr Haryo dan semua saudaranya". Katanya itu tradisi yang sejak kecil di hidupi di keluarga Mgr Haryo. Ini Bina iman murah meriah tetapi buahnya jelas.
 

Sejauhomo kanjeng sok ngendika
sing isa dienggo gawe gambar.
pitakonane: apa wae pangandikane romo kanjeng mau?
uwis.
windymsf
Satu umat Somohitan jatuh ke jurang 
Saturday, August 22, 2009, 21:49 - Berita Posted by Administrator
Kemarin Sore salah satu umat kami pak Sabar Edy Suwarno seorang kakek yang sangat saleh dan ruajin dalam kegiatan menggereja dan anak-anaknya jadi relawan posko merapi, meninggal dunia. Ceritanya: Pak Sabr sedang cari rumput untuk kambingnya. Dia pakai tangga bambu mengambil daun liandra yang banyak tumbuh di lereng kali Boyong. Entah kenapa tangga bambu mleset dan pak Sabar jatuh ke dalam jurang kali Boyong. Dari siang sampai sore banyak orang mencari pak Sabar, baru ditemukan jam 16 WIB dalam keadaan sudah meninggal. Kami sungguh kehilangan dia, maka tadi jam 12 kami adakan misa requiem.
Kita sering lupa bahwa kematian datang seperti pencuri. Dan kita semua akan mati. Kita ini sebenarnya sedang antri untuk mati, entah kapan giliran kita. Tadi saya mengatakan bahwa hidup manusia itu tiitpan Tuhan. Maka kalau sewaktu-waktu Tuhan yang empunya hidup menghendaki mengambill dari kita. Kita tak bisa mengelak.
Istilah jawanya: Nyowo titipan dan Bondho sampiran.

<<First <Back | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | Next> Last>>

 
    Login Admin        @copyright 2010 ADITUSOFT.COM     LoginMember