Yoseph Suyatno Hadiatmojo Pr
( Romo Yatno )
   
HUT Gerakan Perdamaian Lintas Iman FPUB 
Friday, February 26, 2010, 07:29 - Lintas Iman Posted by romoyatno
BERITA HUT 13


FORUM PERSAUDARAAN UMAT BERIMAN YOGYAKARTA
Gedung Pamungkas Yogyakarta

Kami merasa bahwa peringatan Hut 13 Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) sebagai bagian dari Gerakan Perdamaian di Yogyakarta, itu cukup menggembirakan. Meski pun para suster dan Romo yang kami undang belum sempat ada yang rawuh (datang), namun ternyata justru dari beberapa daerah dari luar Yogyakarta cukup antusias. Sejak Rabu malam para peserta stand sudah datang ke gedung Pamungkas, membawa segala peralatan yang akan ditampilkan dalam Interfaith Exhibition. Lengkap dengan segala asesori.

Hari Kamis, 25 Februari jam 09.30 acara dimulai, dibuka oleh Sri Sultan HB X dengan orasi perdamaian dan pidato Komandan Korem Yogyakarta. Dengan dipukulnya gong, Interfaith Exhibition dimulai. Dilanjutkan dengan tarian anak-anak TK lintas iman yang meriah. Para tamu VVIP kemudian berkeliling ke stand-stand: Ahmadiyah, NU, Hondodento, Sapto Dharmo, Katolik, Kristen, San Idigio, Sapta Dharma, Hindu, Budha, Sunda Wiwitan dari Cibubur, Kong Hutsu, Kebatinan Gunung Kidul, Puro Gunung Pring, Pesantren Nurul Umahat, YPC, FPUB, Relawan Merapi dan SAR merapi, dll. Semua penunggu stand cukup menyenangkan karena hampir semua adalah peserta Kemah Kebangsaan Lintas Iman yang dua bulan lalu kami training di Ngargosari, Samigaluh, Kulon Progo. Dalam orasinya, Sultan sangat mendukung kegiatan ini, terutama para pelakunya telah mengalami jatuh bangun dalam mewujudkan perdamaian sejak sebelum mulai Reformasi 13 tahun yang lalu. Komandan Korem menyoroti suatu titik penting bahwa gerakan perdamaian lintas iman sangat sesuai dengan misi-visi dari tentara namun berbeda cara dalam mewujudkan perdamaian. Katanya, yang menarik dalam kegiatan ini adalah karena justru kegiatan ini muncul dari masyarakat bawah, bukan dari proyek yang didanai pemerintah.

Acara dilanjutkan dengan saresehan pengembangan gerakan lintas iman bersama Dr Susetyawan, Safei Maarif, Dr Yuli Qodir dan Cak Nun yang kalau bicara clekat clekit (sental-sentil), tapi cukup menggugah semangat. Acara ditutup jam 13 siang, karena mulai sepulang sekolah banyak anak-anak yang datang kepingin melihat Interfaith Exhibition. Sore hari mulai jam 19, dilanjutkan dengan ceremony, dan sharing lintas iman.

Acara dimulai dengan ritual pokok FPUB, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars FPUB oleh para siswa Lintas Iman yang conduktornya adalah pak Hadi, sesepuh Ahmadiyah. Dilanjutkan dengan sambutan dari Paku Almat IX, dilanjutkan dengan selingan lagu dolanan anak Lintas Iman. Kemudian, perarakan tumpeng sebagai simbul TUMUJU MARANG PANGERAN, TUMUJU DALAN KANG LEMPENG. Perarakan didahului dengan cucuk lampah yang membawa dupa dari Kelompok Kawula Ngayogyakarto, disusul dengan tumpeng yang dipikul oleh wakil muda lintas iman dari Gereja Ortodox, Hindu, Budha, Sunda Wiwitan. Disusul para ulama dan para pendiri gerakan lintas iman dan wakil dari beberapa kelompok exibisi dan para penari dari grup Didik Nini Thowok. Tumpeng diarak pelan dan khitmat, mengelilingi arena yang telah dipenuhi oleh hadirin yang memadati gedung Pamungkas. Tumpeng ditempatkan di panggung, dilanjutkan dengan doa dari tokoh-tokoh agama dengan pakaian kebesaran masing-masing dan Kraton dengan sangat khusuk seraya ditaburi dengan bunga melati. Sementara itu saya kebagian nembang Dadhang gula. Selesai acara doa, tumpeng ultah FPUB dipotong oleh pimpinan Kong Hu Tsu, Haksu Tjie Tjai Ing, diberikan kepada sepasang muda mudi dengan pesan singkat: "Lanjutkan perjuangan kami ya dik". Penerima dengan haru menyambut tumpeng.

Sementara akan dilanjutkan dengan sharing gerakan lintas iman, anak-anak tampil lagi dengan pelbagai lagu perdamaian. Yang memberi sharing adalah KH. Maksum, pimpinan NU DIY, Bikku Sasana Body, Timotius Apriyanto, Mbak Inayah Wahid. Saya tidak ikut bicara karena saya Ketua Penanggung jawab Acara tersebut bersama KH Abdul Muhaimin dan Ki Mulyadi serta Pandita Bambang Subagio.

Beberapa Point yang menarik dari sharing
1. Bikku Sasana Body: Kalau orang mempunyai banyak saudara, Dhewe ora kijenan, akeh ora rumangsa seksekan (Sendiri tidak kesepian dan beserta banyak kawan tidak merasa gerah tetapi hangat). Seperti malam ini.

2. KH. Maksum, gerakan seperti yang kita jalani di usia 13 tahun ini tidak semakin gampang, tapi semakin sulit. Karena banyak kelompok yang merasa paling berhak memiliki surga. Mereka meski mengaku Islam tetapi tidak lebih dari gerombolan yang sedang mampir di daerah kita. Karena itu, andaikata ada kelompok yang mengancam kawan-kawan non muslim, NU bersama seluruh organnya siap menangkal. Saya berani berjanji bahwa tidak pernah ada orang NU yang merusak rumah ibadah.

3. Inayah Wahid: Orang beragama yang takut dan khawatir akan perkembangan dan kegiatan agama lain, berarti orang itu tidak pede (percaya diri) terhadap yang diimani. Kalau jati diri kita kuat dalam kebaikan, tidak akan khawatir dengan perkembangan orang lain. Tetapi, di Indonesia ini aneh, ada kelompok-kelompok yang ingin menjadikan Indonesia satu agama. Berarti, pemaksaan terjadi. Gusdurians mesti punya kebanggaan dengan diri sendiri, dengan demikian ia pasti akan terbuka dengan perkembangan orang lain. Yang tidak pede biasanya merasa terganggu dengan perkembangan orang lain. Maka, Gus Dur meski dicaci maki, dia ingin selamanya menjadikan kita orang Indonesia yang beriman. Saya akan tetap menjadi Muslim Indonesia, bukan pura-pura menjadi Muslim Arab. Wong orang Indonesia kok pura-pura jadi orang Arab, aneh dan gak pede jadi orang Indonesia. Pernah ada Pimpinan Sheikh India yang meramalkan bahwa Partai Gus Dur akan terpecah belah, tetapi justru Gus Dur akan tetap menjadi pemimpin bangsa. Inayah Wahid heran, mengira orang itu mendem (mabuk). Mosok Gus Dur yang sakit-sakitan kok bisa jadi pemimpin nasional. Lebih ragu-ragu saat Gus Dur meninggal. Namun, ternyata saat dan sesudah Gus Dur wafat, ratusan ribu, bahkan jutaan orang mencoba menggali pemikiran-pemikiran Gus Dur. Kesimpulannya, menjadi pemimpin tidak harus jadi presiden, karena presiden seperti zaman sekarang bukan pemimpin, tetapi penguasa atau yang punya kedudukan dan jabatan. Pemimpin sejati adalah saat orang mencoba menyerap segala ajaran dan pendapatnya untuk bekal hidup yang lebih baik di zamannya.

4. Rm. Yatno: Silahkan ikuti berita selanjutnya di hari esuk
Jumat 26 Feb.

Pagi sampai siang lomba lukis anak-anak dengan piala dari HB X, Wali Kota dan piagam dari Kartika Affandy. Sepuluh pemenang terbaik, lukisannya akan diikutsertakan dalam pameran lukisan anak di Republik Ceko Slovakia.

Sore hari, jam 15 akan diadakan kirab dari Tugu Yogya menuju gedung Pamungkas yang rencana akan diikuti oleh begitu banyak kelompok dengan pakaian adat dan akan diawali dan ditutup dengan Bregogo dari Somohitan, yakni bregogo atau barisan tambur dan tombak.

Malam hari akan diadakan pentas Musik Religius lintas Iman.
.

Arjuna dan buta Cakil, Kebaikan vs kejahatan 
Saturday, February 20, 2010, 05:49 - Sosial/Kemasyarakatan Posted by romoyatno
~Arjuna bertempur dengan Cakil sebagai pralambang bahwa segala ide dan tindakan yang beik selalu ada kendala. Yang jahat akan terkalahkan bila kita dalam kebersamaan.~ Mertibumi


<<First <Back | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | Next> Last>>

 
    Login Admin        @copyright 2010 ADITUSOFT.COM     LoginMember