Yoseph Suyatno Hadiatmojo Pr
( Romo Yatno )
   
MERTOYUDAN MEMORY 
Tuesday, February 2, 2010, 18:06 - Cerita Pengalaman, Cerita Ringan Lucu Posted by romoyatno
Seminari Mertoyudan

1. Nikmatnya tidur di depan kamar mandi
Jumlah murid MP tahun 1977 hampir 103 orang, setelah para murid Medan Pratama atau MP “upacara singkat” dan olah raga dengan berlari keliling lapangan sepak bola tiga kali dilanjutkan dengan gerak badan singkat. Ketika Sang Komandan mengatakan :”Bar jlan”, semua berpacu menuju kamar mandi untuk mandi. Bagi mereka yang santai-santai, dengan sabar sambil membawa handuk dan sabun menunggu di depan kamar mandi sambil jongkok bersandar pada tembok samping pintu kamar mandi.
Tidak hanya saya, tapi juga beberapa teman pernah mengalami, saking sabarnya menunggu, makin lama rasa kantuk makin menyerang. Akhirnya, laaap blas tak sadarkan diri alias tidur pulas. Baru terbangun ketika terdengar ramai-ramai, teman-teman mau beol di kamar WC setelah sarapan pagi. Gragapan dan kaget, penuh rasa malu masuk kamar mandi lalu cuci muka. Hilang sudah kesempatan untuk sarapan.

2. Romo Pamong kegebyur air
Adalah aku, adalah dia adalah kita. Entah siapa yang memulai, saat mandi di sore hari, tiba-tiba ciduk lenyap di depan mata, padahal sedang asyik sabunan. Teriak-teriak tidak digubris, ternyata tiba-tiba ada kepala yang nongol di bak kamar mandi. Kepalanya Yunus. Daripada tidak dapat mandi, sekalian njegur di bak kamar mandi, eee ternyata Yunus juga mencari ciduk yang diambil oleh Bambang Sukoco. Akibatnya ramai-ramai sirat-siratan. Kayak perang teluk. “Hai…diam jangan ramai-ramai” teriak sebuah suara. “Saya romo pamong”, Yang dari dalam kamar mandi tak kalah kerasnya berteriak:”Mbelll ngapusi”, lalu serangan gebyur-gebyuran berlanjut, dan Fr Supomo klebus kegebyur. Siapa yang menjadi pelaku harap lapor bidel umum.

3. Takut suster klesot kencing di tempat tidur
Tanpa mengurangi rasa hormat, ditengah malam yang sunyi tempat tidur seseorang yang tidak perlu disebut namanya, tiba-tiba terdengar suara:”cuurrr kricik-kricik”, rupanya ada air mengalir dari tempat tidur seseorang. Selidik punya selidik, ternyata yang bersangkutan sungguh terganggu dengan cerita Suster Klesot yang bertempat tinggal di pojok kamar mandi. Akibatnya, pelaku peristiwa itu tidak berani ke kamar mandi. Akibatnya lepas bebas, melepas cuuur kricik-kricik. “Luweeh weh..weh”

4. Windoro menyimpan ayam goreng sampai busuk
Demi amanya lawuh atau oleh-oleh dari orang tua tercinta, ada berbagai tehnik untuk pengamanan. Ada yang dibungkus plastic dimasukkan ke dalam lemari. Sayangnya sering ketahuan romo pamong atau teman-teman. Maka seseorang yang mendapatkan oleh-oleh ayam goreng merasa agak bingung dimana harta enak nan berharga itu akan diamankan. Rupanya SUBYEK tidak kurang akal, karena jaman itu baru musim membeli sepatu tentara, maka disitulah ayam goring akan diamankan. Tentu saja SUBYEK berpikir nanti atau besauk pagi akan pesta pora dengan lauk ayam goring. Mungkin kesempatan tidak ada, atau terlalu sibuk, atau daya ingat yang agak kurang, ternyata alam yang mengingatkan. Beberapa hari sesudah itu, ada bau yang sangat mengganggu. Bau busuk.
Karena itu diadakan opera magna, ternyata ditemukanlah sisa-sisa ayam goring yang sudah berbau di sepatu bootnya Windoro.

5. Kepekaan atau kepekok an
Peristiwa ini terjadi di ruang rekreasi MU yang disebut Kahyangan, waktu itu sedang ramai-ramainya berita tentang perang Iran dan Irak. Setiap kali Koran diambil oleh bidel Rekreasi, langsung rebutan untuk melahab semua tulisan di Kompas waktu itu.
Saking asyiknya membaca, tanpa sadar kaki seseorang ditumpangkan di meja dengan maksud agar semakin bisa menikmati bacaan dengan rileks. Tanpa diduga dan dinyana, romo Warnobinharjo sebagai pamong MU datang, dan bertanya kepada SUBYEK yang mengenakan topi “Waah asyik benar membacanya. Kok topimu bagus”. Si pembaca yang bertopi dengan santai berkata:”Ya romo. Ini topi pinjaman” sambil meneruskan membaca, tanpa menurunkan kakinya dari atas meja. Teman-temannya menegur dia:”Tadi romo Warno maksudnya mau menegur kamu kok membaca sambil kakinya ditumpangkan di atas meja:”. “Gaaak, wong dia Tanya topi pada saya kok”
Dhasar …ramane gak berani terus terang, seminaris e kurang tanggap sasmito. Podho wae

6. Tiyuk: ”Jangan khawatir mas masih banyak”
Aneh ya, wong Cuma daun kates dibumboni biasa kok waktu itu rasane enak banget dan tokoh kita adalah Tiyuk. Entah nama aslinya siapa. Demi sepincuk lotek sampai-sampai kaki kena kawat berduri. “Tenaang mas, masih banyak” itulah kata-kata dari Tiyuk saat para semianris antri untuk menikmati lotek Tiyuk

7. Akibat Tekanan maksimum
Saya tidak akan lupa waktu itu di KPP 3. Rom Riawinarto sedang mengajar bahasa Latin. “Agricola terram arat. Agricola ditasrifkan menjadi Agricola, agricolae-agricola-agricolam…….” Semua siswa selalu siap punggung did hug oleh romo Ria bila ada yang salah dalam tasrif. Adalah subyek yang tiba-tiba maju ke depan dan pamitan dengan romo Ria untuk minta ijin keluar karena KEBELET KENTUT. Setelah subyek dapat ijin keluar, berjalanlah ia ke pintu sambil membuka pintu ternyata BOM SUDAH MELEDAK dengan suara “Broot” karena ada tekanan maksimum. Romo Rio marah. Subyek tidak boleh masuk kelas. Tapi Subyek memohon-mohon. Sedang romo Ria bertahan untuk tidak memperbolehkan Subyek duduk ditempatnya. Subyek hanya berdiri didepan kelas sementara pelajaran Tasrif-mentasrif berjalan terus. Siapakah yang dimaksud SUBYEK dalam kisah ini?

8. Teknik Menambah gizi
Subyek yang ini berasal dari Wonosari, tentu saja termasuk KPP3. Dia tenang tetapi pinter. Pinternya bukan dalam pelajaran melainkan dalam atur strategi menambah gizi. Pada saat-saat tertentu, ia kan merasa pusing. Atau pura-pura pusing atau sekait. Dan tentu saja, segera dievakuasi ke Valet. Suster Miryam dan suster Jenthat-jenthit (Maaf lupa namanya) adalah suster yang sangat sayang pada seminaris. Nah bila sudah di Valet, aman sudah. Makan diladeni, tidur di kasur, dan gizi terjamin. Karena itu saya heran kenapa SUBYEK ini kok sering tidur di Valet, Oooo rupanya untuk menambah gisi.

9. Too Much
Peristiwa ini terjadi ketika kita ada di kelas I tetapi SUBYEK bukan angkatan kita.. Yang terjadi waktu itu, hampir setiap hari sayur mayurnya selalu dan senantiasa Jipaaaaang terus. Mungkin SUBYEK mewakili teman-teman yang sudah tumeg bahasa Jawa kunonya TOO MUCH, alias mblenger dengan yang namanya sayur jipang. Karena itu SUBYEK punya usulan dalam bentuk protes. Jipang beberapa kranjang disembunyikan di gudang alat-alat kebun. Akibatnya di dapur terjadi heboh besar, karena Suster sudah belanja, tetapi blanjannya tidak ada di tempat. Semua karyawanya saat ditanya menjawab seperti kor: ”Suster kula mboten mangertos”. Karena krisis sayur mayor terjadi, maka diganti lah dengan sayur KAPAL SELAM, yang menjadi istilah sepuluh potong tempe untuk 10 siswa dengan kuah seperti lautan.

10. Panik akhirnya bingung. Bingung akhirnya salah. Salah akhirnya disidang romo Pamong
Malam Minggu adalah malam yang ditunggu-tunggu karena rekreasi panjang dan boleh nonton TV sampai jam 21.30. Kemudian dilanjutkan doa malam. Jam 22.00 sudah harus masuk Dormit untuk tidur. Silentium Magnum adalah dogmanya. Namun ada dua orang oknum yang setelah megnambil air di dapur dengan botol mendadakan dialog. Si Abertanya:”Ini alat opo?” Si P menjawab:”Ini diesel parut kelapa”. “Ooo. Terus menghidupkannya gimana” Tanya si A. “Begini, skaklar diputer seperempat putaran ke kanan, nanti akan hidup” jawab si P. “Tak cobane ya” kata si A sambil medenkati skaklar diesel parut dan tangannya mulai menggapai skaklar. Skaklar diputer seperempat seperti instruksi si A, ternyata diesel mulai berputar semakin lama semakin keras. Si A begitu bingung dan diputar lagi ke kanan, ternyata diesel semakin cepat berputar dan suara semakin keras. Ketika si A sedang panic, si P sudah melarikan diri. Kebetulan sang Pamong Umum yakni romo Pujosumarto mengawasi di depan Valet dengan geram sambil bergumam:”Bocah ki apike tak gantung po yo, yah gini kok nguripke diesel”.

Romo Pujo yang ketawa dalam hati saat melihat paniknya si A, terpaksa membentak si A:”Hee. Ayo dimatikan. Matikan. Kowe njaluk tak kapakke to Gusss.”. Bukan saya kok romo, yang ngajari P” protes A. :”Mana si A, Golekki” si A akhirnya berhasil menemukan si P di tempat persembunyiannya untuk mematikan diesel. Ternyata pak Dirun petugas jaga malam yang setia itu telah datang di lokasi dan mematikan disel yang mulai meraung-raung. Nasib tak bisa dipungkiri, malam itu juga terjadi siding agung antara A, P dan Romo Pujosumarto.

11. Penyalahgunaan wewenang di MU
Peristiwa ini terjadi saat angkatan 77 telah menjadi anak sulung di Seminari Mertoyudan alias MU. Secara diam-diam diantar siswa MU ada kesepakatan bahwa saat pelajaran di Ruang Gabungan dekat kamar romo Warno, sering mendengar dengan jelas mobil yang mengiklankan di bioskop Magelang, yakni Magelang Teather, Krisna Teather dan Wijaya Teather. Saya tahu bahwa beberapa orang sering nonton Film. Bintang Film yang paling ngetop jaman itu adalah Rano Karno, Yessy Gusman dalam judul Gita Cinta dari SMA. Yang Barat adalah Rooger Moore dalam Never Say Never Again, Octousy, The Ten Commandment dll.
Keinginan yang kuat biasanya menimbulkan ide-ide cemerlang. Sebagai contoh, siswa-siswa MU yang hoby nonton filmpun menemukan pelbagai strategy. Pertama bagi yang bisa mbolos meski harus nyabrang Kali Manggis yang kotor dan berjalan kaki ke Magelang bisa menikmati film yang diinginkan dan bakso. Namun yang kekurangan dana untuk nonton Film, ngajak iuran. Yang nonton perwakilan dengan konsekwensi setelah menonton harus bercerita di depan kelas supaya siswa yang lain bisa ikut “menikmati”. Saya lupa entah dengan siapa, pernah mendapat giliran untuk nonton film dengan dana “bantingan” dan dengan pelbagai cara bisa meloloskan diri dari kawat berduri di sebelah timur MU. Namun karena tidak ada uang transport dan berjalan sampai Krisna Theater sampai haus dan lapar. Terpaksalah, uang untuk nonton film kami gunakan untuk beli bakso dan es buah. Suegerrr. Lalu kami atur strategy, bagaimana nanti kalau harus “talk show” di depan kelas. Kami hanya membaca iklan yang ditempelkan di papan iklan bioskop Krisna dan bertanya kepada para penonton yang ikutan mbakso. Main curang tetapi aman.
Di depan kelas, kami harus merekayasa agar teman sekelas yakin bahwa kami benar-benar nonton film. Padahal hanya nonton gedung film sambil menikmati bakso dan es buah.

12. Hewan sandungan selibat
Entah keputusan dari mana, waktu itu upacara bendera diadakan di lapangan basket belakang dekat pohon Munggur. Dengan khikmat Romo Koenjono yang baru kembali dari Jepang menjadi Inspektur Upacara. Upacara berjalan dengan khitmat. Namun saat acara pengibaran Bendera dengan iringan Lalu Indonesia Raya, ternyata di Ruang Bosco Pertukangan, anjing penjaga yang bermain cinta, dengan suara yang menjerit-jerit, menarik perhatian semua seminaris. Maka sambil menyanyikan lagu kebangsaan dan bersikap hormat pada bendera Merah Putih yang sedang dikibarkan, semua mata memandang ke samping timur melihat anjing yang sedang berteriak: ”Kennging…kenging”. Romo Pujo berkata: ”Huss elek kuwi…elek kuwi. Ayo madhep ngarep. Kewan ngganggu selibat”

Kotbah Minggu Biasa IVC 
Saturday, January 30, 2010, 06:33 - Kotbah Posted by romoyatno
IMAN, HARAPAN DAN KASIH

Yeremia
Semua orang dipanggil untuk menjadi nabi para bangsa, menjadi berkat bagi semua orang. Semua orang dipanggil untuk berhasil atau sukses.

Korintus:
Hendaklah saling mengasihi, harapan agar semua orang berkembang dalam iman, harapan dan kasih.

Injil Lukas:
Yesus membaca Kitab Yesaya: "Roh Tuhan ada pada-Ku, Ia telah mengurapi Aku. Aku diutus untuk ..."

Semua orang membenarkan dia sebagai guru yang penuh kebijaksanaan. Namun, orang yang tidak suka, mengamat-amati Dia, bahkan berusaha untuk menjatuhkan ketenaran-Nya. Caranya, dengan bermain kotor: Mencari pengaruh untuk mendapatkan posisi. Maka, kritik yang dimunculkan adalah menggunakan Teknik Asal Usul: ”Whalah jadi orang yang hebat, tapi ming anakke (cuma anaknya) tukang kayu, kok sok hebat”.

Yesus: ”Seorang nabi dihormati di mana-mana tetapi tidak di daerahnya sendiri”.

Kalau orang sudah tidak senang, kebaikan apa pun yang diperbuat selalu dilihat kekurangannya. Namun, orang yang hanya sibuk mengamati kekurangan orang lain, biasanya malah semakin gagal. Seandainya berhasil, itu hanya sementara.

Contoh: Sebuah warung bakso yang laris. Orang yang iri hati, lalu memprovokasi masyarakat: ”Jangan beli bakso di situ, karena pemiliknya memelihara buta ijo (raksasa hijau). Atau, saat ramai orang jajan di warung itu, yang iri hati tiba-tiba datang dan melabrak Si pemilik warung: ”Kamu mesti pakai aji penglarisan (jimat pelaris). Hayo hook o ora? Nek ora buktekna. Opo kowe ora mesakake, nek sing dho tuku mrene dadi korbane ingon-ingonmu (Iya enggak? Kalau tidak buktikan. Apa kamu tidak kasihan kalau yang membeli ke sini menjadi korban tumbal piaraanmu.) Orang-orang yang biasanya datang beli bakso, pasti akan terpengaruh, lalu mungkin malah bisa marah dan mengusir Si penjual bakso tersebut.

Orang tersebut tidak tahu PAITANE (MODAL) YANG BANYAK. Bukan hanya modal duit, tetapi masa-masa perjuangan yang pahit getir, rekoso (sengsara). Modal kecil, dll., hanya TIBA-TIBA KEPINGIN SUKSES ATAU KEPINGIN SUKSES TIBA-TIBA. Lalu, orang berusaha untuk membeli warung yang laris tadi. Ketika warung tersebut sudah dimiliki, warung itu semakin tidak laris, bahkan semakin lama pembeli semakin berkurang. Bila tidak mau belajar bahwa larisnya suatu warung, bukan hanya ditentukan strategis, tetapi rasa masakannya, ramah-tamah, kecepatan dalam pelayanan, kebersihan, dll, ia akan gagal.

Dalam Injil hari ini, nampak juga bahwa Yesus termasyur, dikagumi banyak orang. Ketenaran dan keberhasilan Yesus rupanya menimbulkan iri hati dari orang-orang Farisi dan tokoh-tokoh masyarakat yang khawatir akan kehilangan pengaruhnya. Maka, untuk menaikkan pamor, mulai dengan lihai menggoyang Yesus. Caranya: mulai dengan "Alllaaah, hebat-hebata ming anakke Yusup dan Maria wae, bisa opo?" (Hallah, hebat seperti apa hanya anaknya Yusup dan Maria, bisa apa?) Mending aku, anak raden (bangsawan), kaya dan punya duit. Mereka demi gengsi, tidak mau berguru pada Yesus tetapi berusaha menjatuhkan Yesus.

Kalau bermain bersih:
Ada penjual bakso yang sukses. Tetangganya kepengin sukses juga, tapi tidak tahu caranya. Maka, dengan rendah hati, pada waktu warung sudah tutup, datang ke pemilik warung dan berguru. Berapa lama menanggung kepahitan? Rekasane opo (sengsaranya apa) ketika memulai. Bagaimana asal mulanya kok sekarang bisa berhasil, ada orang yang berhasil, terus koreksi diri, mengapa aku gagal atau tidak berhasil. Kalau misalnya saya jual es atau wedang (minuman) di dekat warung baksonya, apa diperbolehkan. Lalu, memperbaiki diri, kalau perlu berguru kepada yang telah berhasil agar bisa seperti mereka yang sukses. Keberhasilan akan dirasakan nikmat bila melalui perjuangan yang berat. Bila keberhasilan didapat dalam waktu singkat, singkat pula daya tahan keberhasilannya. Inilah yang dimaksud: Iman, harapan dan kasih.

Demikian pula yang minggu-minggu ini sedang terjadi di Yogya dan sedang kami bela. FPUB adalah salah satu organ masyarakat Yogya yang telah 13 tahun berkiprah bersama elemen-elemen masyarakat, aparat dan Kraton, sedikit banyak telah berperan dalam menjaga keamanan dan perdamaian Yogyakarta. Namun, orang-orang yang kepingin mempunyai kedudukan di Yogya, melontarkan Yogya Serambi Madina. Alasan yang ditawarkan: ”Kelihatan apik-apik, dakik-dakik dan kelihatannya akan semakin baik” Tetapi saya yakin, kalau mereka yang mengendalikan masyarakat Yogya, justru yang terjadi akan sebaliknya. Yang sudah berjalan baik akan diatur dengan cara mereka, sehingga yang sudah baik bisa jadi malah rusak. Karena ketika orang yang diomongkan yang indah-indah dan kelihatan sangat menguntungkan, biasanya menyembunyikan sesuatu yang akan sangat merugikan orang banyak. Sebaliknya, ketika kita duduk bersama, mencari kebaikan bersama, perbedaan bukan sebagai ancaman, tetapi rahmat dan kekayaan akan ketemu. Dan, berjalan dengan manis.


<<First <Back | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | Next> Last>>

 
    Login Admin        @copyright 2010 ADITUSOFT.COM     LoginMember