Yoseph Suyatno Hadiatmojo Pr
( Romo Yatno )
   
Sakit Jiwa 
Wednesday, August 4, 2010, 01:02 - Cerita Ringan Lucu Posted by romoyatno


Dokter Jiwa & 3 Pasien


Ada tiga pasien rumah sakit gila. Dokter kepingin mengetes perkembangan pengobatan ketiga pasien. Dokter mengajak mereka duduk di kursi, dan masing-masing diberi mangkuk kosong. Dokter mengatakan: ”Naaah ... ini Soto ayam kesukaan kalian. Coba dimakan!”

Pasien pertama segera mendekatkan tubuhnya ke dekat mangkuk yang di meja, kemudian mengambil sesuatu dari mangkuk tersebut dan seakan memakannya dengan nikmat: ”Nyam ... nyam”. Pikir dokter, waah ... ini masih parah, jadi harus dikembalikan ke sel. Pasien ke dua, segera mengambil sendok dan garpu, dan seakan memakan soto dengan nikmat. Dokter segera mengembalikan ke sel berikut karena orang itu sudah tahu tata krama makan.

Pasien yang ke tiga Cuma diam saja. Dokter mengira pasien itu sudah sembuh, lalu bertanya, "Din, kenapa kamu tidak makan soto di mangkuk di depanmu?" Udin: "Dokter itu bagaimana to? Wong edan.. (Si dokter yakin bahwa Udin sudah sembuh). Tapi, setelah diam cukup lama, Udin minta kipas kepada dokter. "Kenapa kamu minta kipas Din?", tanya dokter. “Lha wong kuahnya masih panas kok disuruh makan. Sini aku mau kipasi dulu".

Seminar PSE 
Monday, January 25, 2010, 04:17 - Cerita Ringan Lucu Posted by romoyatno
UTUSAN SOMOHITAN MBOLOS PSE

PSE singkatan dari Pengembangan Sosial Ekonomi. Usaha baik dari Kevikepan DIY berkehendak untuk peduli pada pengembangan SOSIAL ekonomi masyarakat. Maka, seluruh seksi PSE paroki-paroki se DIY dikumpulkan di Kaliurang.

Tak ketinggalan, paroki Somohitan mengutus dua orang: Pak Sigid dan pak Jendro. Mereka sudah beberapa hari mencatat pelbagai kegiatan yang berkaitan dengan usaha-usaha yang telah dilaksanakan di paroki Somohitan, baik pengembangan sosial ekonomi maupun usaha bersama masyarakat dalam pelbagai kegiatan. Data sudah dikumpulkan, seperti litani. Buka puasa bersama di Somohitan, lampah ratri bersama fpub, Mertibumi, penghijauan, penggaduhan kambing, pembangunan jembatan, jalan kampung, barak pengungsian, pembuatan pupuk untuk tani lestari, dll.

Dengan mantap, mereka berboncengan sepeda motor dengan stop map di tas pakaian mereka. Minggu siang tadi (24 Jan 2010), mereka telah kembali di rumah masing-masing. Ternyata, laporan mereka mengecewakan. Karena, selama Seminar dua hari, pembicara sangat ilmiah dengan pelbagai istilah asing yang dipakai. Dua utusan Somohitan sudah resah. Kata mas Sigid pada Jendro: "nDRO, yang bicara itu omong apa to kok banyak istilah Boso Latin. Aku ra dhong (aku tidak paham). Kapan yo kon crito (suruh cerita) kegiatan kita?". "Lha yo embuh, di sabar-sabarke wae" ("Ya gak tahu, sabar saja), kata Jendro. Sampai menjelang makan siang, kesimpulan yang diputuskan adalah, masing masing paroki dalam rangka PSE diminta membuat database: Berapa pengusaha, tukang, buruh, pedagang, guru, mahasiswa, murid SMU, SMP, SD, TK dll. Karena tidak dhong (mengerti) dan tidak punya data base (Data base ki opo, mereka juga tidak tahu), dan kesempatan untuk cerita kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan tidak diberi kesempatan, maka mereka pulang sambil ngedumel, kemudian memberi tahu saya: "Romo mosok, istilah yang digunakan pembicara sulit-sulit, bentuk tahun Syukur Misa, Peduli Lingkungan Hidup Misa, Pengembangan Sosial Ekonomi buat database. Daripada jengkel kami pulang. Besuk lain kali kami tidak mau datang. Dari pada cuma ndomble (bengong) lebih baik merawat sapi dan kambing paguyuban".

Saya hanya bisa tersenyum dan memberi tanggapan: "Memang, bagi orang-orang pinter, yang penting tahu istilah dan punya data ilmiah, meski pun tidak mendarat pada praktik. Sedangkan kita tidak banyak istilah yang digunakan tetapi praktik dahulu. Manut (ikut) Gusti Yesus sajalah. Kan Tuhan Yesus tidak pernah memerintahkan "Hafalkanlah ini!" Yesus selalu mengajarkan: "Perbuatlah ini. Meski tidak banyak tahu istilah, tapi kan sudah banyak yang kita buat. Itu sudah siip". Mereka menjawab: "Benar romo, daripada habis waktu untuk seminar mbok untuk ngombor lembu malah tambah gemuk. Dari pada habis waktu untuk seminar, mending untuk layat tetangga malah dapat teman banyak.

Romo Mangun pernah berkata: "Sebelum kamu banyak mempelajari surga, belajarlah dahulu menjadi manusia".

| 1 | 2 | 3 | 4 | Next> Last>>

 
    Login Admin        @copyright 2010 ADITUSOFT.COM     LoginMember