KIRAB LINTAS IMAN
(Peringatan FPUB hari ke 2)
Gerakan Lintas iman yang diprakarsai oleh Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) hari ke dua berlangsung di pusat kegiatan Gedung Pamungkas sisi timur Gor Kridosono, Jumat 26 Februari 2010. Kegiatan hari ke dua diawali dengan Lomba Lukis anak SD, diikuti sekitar 163 peserta, itu cukup menarik karena ada beberapa hadiah: Juara pertama mendapat hadiah Tropi dari HB X, Kep. Din. Olah Raga Daerah Istimewa Yogyakarta dan Wali kota Yogyakarta. Serta, uang pembinaan. Sedangkan juara harapan mendapat tropi dari FPUB dan sertifikat dari Kartika Affandy. Yang menarik lagi, karena 10 besar lukisan yang dapat juara, Lukisan mereka akan diikutsertakan dalam Lomba Lukis Anak di Republik Cheko. Ini atas inisiatif KH. Zaiffudin, tokoh Ahmadiyah Yogyakarta. Asyiik, menarik karena anak-anak dengan pelbagai tingkah polahnya, bahkan cuek bebek dengan segala peraturan. Padahal, tema besarnya adalah: “Indahnya bersahabat“. Misalnya, ada kakak beradik yang sama-sama ikut lomba, lalu lukisan kakaknya diminta adik, padahal belum selesai, terpaksa si kakak melukis lagi. Ada pula yang satu lukisan digambar dua orang karena kebetulan anak kembar. Dari seluruh peserta siang itu sudah terpilih 10 nominasi, kebetulan jurinya dari utusan Kartika Affandi dan pelukis kaki dari Hipenca (Himpunan penyandang cacat). Ibu Kartika Affandy saat itu menghadiahkan Lukisan Pasar Bali untuk dilelang dan (kalau laku) dananya akan diserahkan ke FPUB untuk melanjutkan kegiatan perdamaian lintas Iman di Yogyakarta. Selesai lomba lukis, seluruh peserta dan panitia mempersiapkan acara sore hari. Yakni, Kirab lintas Iman dan Malam Musik Kolaborasi.
Baca Selengkapnya ..... di sini
|
KEPEDULIAN GUS DUR
PADA MASYARAKAT PENGUNGSI KEDUNGOMBO
Bagi saya , mengenang Gus Dur tidak bisa lepas dari
sahabat kentalnya, yakni Romo Mangunwijaya. Kisah ini berpangkal pada keterlibatan saya mengikuti perjuangan romo Mangunwijaya sejak tahun 1987 yang melakukan pembelaan terhadap masayarakat Kedungombo. Saya hanyalah salah satu dari ratusan relawan romo Mangun, yang kebetulan sejak tahun 1996 tinggal serumah dengan beliau di Pastoran Jetis Yogyakarta. Seringkali romo Mangun menceritakan kedekatannya dengan Gus Dur. Romo sering mengatakan bahwa bersama Gus Dur dan Ibu Gedong Oka, mereka satu iman namun berbeda agama. Untungnya menjadi salah satu cantrik romo Mangun, sering nebeng beliau saat bertemu dengan orang-orang penting di negeri ini.
Baca Selengkapnya di sini ..
|
dengan berbagai cerita nya
|
|